Hadiri Perayaan Natal Oikoumene di Duri, Ini Pesan Bupati Bagi Umat Kristiani

Iklan Semua Halaman


MDO TV STREAMING


Hadiri Perayaan Natal Oikoumene di Duri, Ini Pesan Bupati Bagi Umat Kristiani

Sunday, December 18, 2016
LalulintasKrimnatalinalitas.com, Duri – Bupati Bengkails Amril Mukminin mengajak umat Kristiani untuk lebih menguatkan semangat perdamian yang lestari dan abadi. Saling menguatkan persaudaraan, tidak hanya di internal umat Kristiani namun juga dengan lintas agama, suku, ras maupun idiologi.
Demikian diungkapkan orang nomor satu di Negeri Junjungan ini, saat menghadiri Perayaan Natal Oikoumene yang ditaja Badan Kerjasama Gereja-Gereja se-Duri (BKSGD) di ahalam Pokok Jengkol, Duri, Jumat malam (16/12/2016).

Kedatangan orang nomor satu Kabupaten Bengkalis di Negeri Junjungan ini disambut antusias oleh Ketua Panitia Fransisca Sinambela yang juga anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dan seluruh umat Kristiani yang hadir memadati acara Perayaan Natal Oikoumene.


Hadir Camat Mandau Djoko Edi Imhar, Camat Pinggir Fahrizal, S. STP, Kapolsek Pinggir Kompol Ade Zamrah, SIK, Danramil Mandau Kapten Inf. Y Mendrofa dan seluruh umat Kristiani yang tergabung dalam Badan Kerjasama Gereja-gereja se-Duri.

 Di hadapan umat Kristiani yang tergabung dalam BKGSD, Bupati Amril menyampaikan malam ini merupakan malam yang sangat istimewa bagi seluruh umat Kristiani, khususnya di Duri dan sekitarnya. Karena atas izin dan kasih sayang Tuhan Yang Maha Esa, dapat kembali merayakan Natal Oikumene.

 “Perayaan natal tahun 2016 ini, makin membawa kedamaian, serta rasa cinta dan kasih sayang kepada seluruh Umat Kristiani, guna menyongsong hari esok yang lebih baik. Semoga damai, cinta, dan kasih sayang, senantiasa menyertai seluruh umat kristiani di daerah ini, khususnya di Duri dan sekitarnya,” ujar Amril

 Saat ini, bangsa ini dihadapkan berbagai persoalan, seperti maraknya peredaran narkoba, korupsi dan pornografi yang melibatkan hampir semua elemen masyarakat. Begitu pula semangat untuk menjunjung tinggi Kebhinnekaan serta rasa toleransi, kian mulai memudar.

“Hal ini diantaranya dapat kita lihat bagaimana maraknya tindakan saling hujat menghujat, perang kata-kata di media sosial, meskipun kita tahu hal itu tidak semuanya benar adanya. hanya dilakukan segelintir orang yang tidak suka cinta damai,” ungkap Amril

 Kondisi ini terjadi, ungkap mantan Kepala Desa Muara Basung ini, akibat adanya kekosongan moral. Ajaran suci agama yang diyakini, tidak lagi diimplementasikan secara baik dan benar, mengaku Tuhan itu ada, tetapi dalam kenyataan kesehariannya, jauh dan kian jauh dari ajarannya.

“Hal demikian tentu harus menjadi
perhatian dan keprihatinan kita bersama. untuk itu, mari kita tingkatkan kembali kualitas moral masyarakat dengan nilai-nilai dan ajaran agama. sebab kami percaya, tidak satu pun agama yang diakui di negara ini, mengajarkan umatnya, terlibat dalam peredaran narkoba, korupsi, menjadi pelaku pornografi ataupun tindakan negatif lainnya,” ungkap Amril Mukminin. (mdoG)

sumber Humas