Tembus Rp 120 Ribu Per Kilogram, Cabai Busuk Pun Ada Yang Beli

Iklan Semua Halaman


MDO TV STREAMING


Tembus Rp 120 Ribu Per Kilogram, Cabai Busuk Pun Ada Yang Beli

Friday, January 6, 2017

LalulintasKriminalitas.com, Jawa Tengah - Harga cabai rawit merah di pasar tradisional Banyumas terus mengalami kenaikan. Pada Kamis (5/1) harga cabai rawit di Pasar Wage Purwokerto meroket hingga Rp 120.000 per kilogram.

Harga ini naik Rp 60.000 per kilogram dalam waktu empat hari. Akibatnya, sejumlah pedagang menjual cabai kurang baik untuk memenuhi kebutuhan pembeli.

"Kemarin sempat turun. Tapi hari ini naik lagi sampai Rp 120.000. Cabai busuk saja ada yang beli," kata pedagang sayur di Pasar Wage, Rodiah, Kamis (5/1).

Rodiah mengaku sengaja menyediakan beberapa kilogram cabai busuk dengan harga yang murah yakni Rp 60.000 per kilogram. Meski kualitasnya kurang bagus, tetap saja ada pembelinya.

Pedagang sayuran di Pasar Manis Purwokerto, Sumini (50), mengatakan, harga cabai juga ikut meroket hingga Rp 100.000. Kenaikan harga cabai rawit ini disebabkan pasokan barang yang makin berkurang.

"Belinya di Pasar Kroya, barangnya dari Muntilan," kata dia.

Tidak stabilnya harga cabai ini membuat pembeli makin berkurang. Pengecer pun mengurangi pasokan agar tidak merugi.

Kepala Seksi Distribusi dan Informasi Dinperindagkop Banyumas, Imam Munsyarif, mengatakan, dari hasil pengamatan di Pasar Wage, Pasar Sokaraja, dan Pasar Manis, kenaikan cabai rawit merah sudah terjadi sejak libur Natal dan cuti bersama.

Hingga hari ini harga beragam jenis cabai masih bergejolak. Cabai rawit hijau semula Rp 30.000 sekarang naik seharga Rp 80.000 per kilogram, cabai merah keriting dari Rp 28.000 naik menjadi Rp 60.000 per kilogram, dan cabai merah teropong dari semula Rp 28.000 menjadi Rp 45.000 per kilogram.

Harga bawang merah justru mengalami penurunan. Setelah sempat naik menjadi Rp 55.000, per Kamis (5/1) menjadi Rp 35.000.