Lis Maria Ulfa,SST Sosok Bidan Teladan dan Menjadi Panutan

Iklan Semua Halaman


MDO TV STREAMING


Lis Maria Ulfa,SST Sosok Bidan Teladan dan Menjadi Panutan

Thursday, February 2, 2017
    Profesi Bidan dijalani penuh dengan Kesabaran dan Keikhlasan

    Lalulintaskriminalitas.com. Brebes, - Lis Maria Ulfa.SST perempuan berusia 41 tahun ini sejak remaja menjalani profesi sebagai bidan desa di Karang Malang kecamatan Ketanggungan kabupaten Brebes, selain itu dia juga bertugas di puskesmas Ketanggungan.

    Berbagai rintangan dan halangan dalam menjalankan tugasnya dia jalani dengan penuh kesabaran dan keiklasan karna Ulfa ( nama panggilan ) bertekad meningkatkan mutu pelayanan ibu dan anak di kec Ketanggungan,Ulfa sendiri kerapkali melakukan penyuluhan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bersalin di fasilitas kesehatan ( faskes) kususnya di bidan praktek mandiri ( BPM )

    Ulfa mulai buka praktek bidan mandiri (  BPM ) di kediamanya sejak tahun 1995 dengan mengemban misi menurunkan angka kecacatan dan kematian ibu,bayi,balita di kabupaten Brebes pada umumnya dan kecamatan ketanggunan pada kususnya.

    Wakhidi selaku kepala puskesmas ketanggungan sendiri sekarang menyadari kinerja dari bidan Ulfa,bahwa dengan peningkatan pelayanan di BPM sehingga banyak masyarakat yang menyadari pentingnya melahirkan di tempat bidan,padahal sebelumnya sempat bersebrangan.

    Ketika ditemui di kediamanya pada sabtu 24/12 ibu dua anak ini mengatakan " tadinya persalinan harus ke Poned semua, memang tidak semua bidan bisa buka praktek untuk menolong persalinan karena harus melalui proses Visitasi dan alhamdulillah saya sudah lulus Visitasi dan masyarakat sudah banyak yang tertolong,maka dari itu saya sedang mengembangkan BPM melalui klinik, semua persyaratan klinik sudah di proses sejak tahun 2014 dan sudah keluar izin mendirikan klinik dari KPPT, tinggal menunggu izin operasional dari Dinas Kesehatan kabupaten Brebes karna terbentur kurangnya satu persyaratan yaitu tenaga Apoteker,saya harap dimasa yang akan datang klinik Pratama karena menjadi klinik pujaan disetiap hati masyarakat Ketanggungan dan sekitarnya.

    Wanita yang pernah meraih juara III lomba posyandu tingkat puskesmas ini menambahkan " sampai saat ini saya masih semangat menolong persalinan di BPM karna saya menjiwai profesi bidan sebagai penolong kususnya ibu yang akan melahirkan yang mana hal ini tidak bertentangan dengan Permenkes 1464.

    Perjuangan Ulfa yang luar biasa ini tidak lepas dari dukungan sang suami tercinta Muhamad Yunus,

    Dari mulai tahun 1995 pada saat persalinan masih bisa di tolong di rumah pasien dimana saat itu banyak masyarakat yang meminta pertolongan tidak semua membayar tapi Ulfa jalani dengan iklas.

    Sampai sekarang dengan adanya hampir semua persalinan masuk ke Poned Ulfa masih tetap melayani BPM nya dengan meningkatkan mutu pelayanan dan kenyamanan serta kepuasan pasien dan tetap mendukung poned dengan dibuktikan tetap merujuk pasien yang mempunyai kategori resiko tinggi ( resti )

    Lebih nyata lagi Ulfa mampu membuat iri hati teman seprofesinya dikarenakan pasienya tidak hanya datang dari wilayah kerjanya saja ( desa Karang Malang ) tapi dari desa lain juga banyak yang bersalin di tempatnya.

    Masyarakat tentunya sangat terbantu dengan kehadiran bidan Ulfa yang mampu merubah perilaku hidup yang kurang mendukung kesehatan diantaranya masih suka bersalin ke dukun bayi atau bersalin di rumah saja.

    Sekarang sedikit demi sedikit dan pasti mayoritas masyarakat terutama wilayah binaanya sudah bersalin di Faskes ( poned dan BPM )

    Ulfa berharap dukungan dari semua pihak dalam hal ini,karena memang tujuan mulia tidak hanya semata-mata materi tetapi bertujuan mendukung pemerintah kabupaten Brebes menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

    Ulfa menambahkan " Kalau masih ada pihak-pihak yang tidak mendukung perjuangan dan bukti kinerjanya itu lumrah dan  manusiawi," ( sugiarto ).