Diduga Tahanan Lapas Mati Bukan Gantung Diri

Iklan Semua Halaman


MDO TV STREAMING


Diduga Tahanan Lapas Mati Bukan Gantung Diri

Sunday, July 9, 2017
Pernyataan Kalapas Berbeda Dengan Hasil Visum RSUD Bengkalis

Lalulintaskriminalitas.com, Bengkalis- Surahmad Satria (33) tahanan lapas Kelas II Bengkalis diduga tewas bukan akibat gantung diri, karena ditubuh korban saat dimandikan ditemukan sejumlah luka lebam dan pihak keluarga sangat menyayangkan atas pernyataan Kalapas Bengkalis tersebut.

"Kita tidak menerima pernyataan Kalapas yang mengatakan kematian Muhamad Satria akibat gantung diri, kalau memang ada mana buktinya yang ada luka lebam di sekujur tubuh," kata Raja Deni (52) Paman korban, Jumat 7 Juli 2017.

Dikatakan Raja Deni, bahwa luka lebam tersebut terdapat pada tangan kanan dan dibawah ketiak sebelah kanan, ditambah lagi ada bekas luka ditangan sebelah kanannya, bahkan tidak ditemukan bekas dileher korbam kalau memang gantung diri.

"Kalau gantung diri mana barang bukti kain sarungnya dan tidak mungkin bisa dilakukan di kamar sel yang sempit oleh korban, " katanya lagi.

Selain itu hasil dari visum yang didapatkan dari pihak RSUD Bengkalis Satria tewas bukan akibat gantung diri dan tidak ada bekas jeratan dileher, Selain itu keluarga juga menyayangkan sikap kalapas yang tidak ada mengirim perwakilan saat mengantarkan jenazah ke rumah duka di Sungai Pakning.

"Kejadian jam 02.30 wib subuh dan kita ketahui baru jam 06.00 pagi, Minggu 2 Juli 2017 dari seseorang dan bukan dari pihak lapas, bahkan saat jenazah diantar tidak ada satupun perwakilan yang datang, " ungkap Raja Deni lagi.

Bahkan hukuman yang dijalani oleh Satria tinggal 1 bulan lagi dari vonis hakim 1 tahun 6 bulan, dan tidak mungkin ia akan melakukan hal seperti ini.

Ditambahkannya juga bahwa pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Komnasham dan diminta untuk diusut tuntas atas kematian Satria yang dinilai tidak wajar tersebut.

"Pihak keluarga sudah melaporkan kejadian ini ke Komnasham untuk dapat diusut tuntas atas kematian Satria yang tidak wajar ini, " tegas Raja Deni. (man )

Sumber : Riaupunya.com