Arianto Buka Pelatihan Bagi Petugas Haji

Iklan Semua Halaman


MDO TV STREAMING


Arianto Buka Pelatihan Bagi Petugas Haji

Thursday, August 31, 2017
Teks foto: Plt Sekda, H. Arianto foto bersama panitia dan peserta pelatihan petugas haji, Rabu (19/7/2017).

BENGKALIS, HUMAS- Bupati Bengkalis, Amril Mukminin diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda), H Arianto secara resmi membuka pelatihan bagi petugas TPHD, TKHD, Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) musim haji tahun 2017, ditandai dengan pemasangan tanda peserta pelatihan di Aula ruang rapat Wisma Surya, Bengkalis, Rabu (19/07/17).

Dalam sambutannya, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin yang dibacakan Plt Sekda, H Arianto, mengatakan, pembinaan dan pembekalan tersebut mempunyai tujuan agar, saat menjalankan tugasnya selama perjalanan dan berada di tanah suci Makkah maupun Madinah, benar-benar mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada anggotanya sehingga jamaah calon haji terlayani dengan pelayanan prima dan dengan penuh integritas.

“Karom dan Karu merupakan orang-orang pilihan yang bertugas membantu petugas haji, baik dalam perjalanan maupun dalam pelaksanaan ibadah haji itu sendiri. Tentunya harus orang yang cakap dan dapat menjadi jembatan antara petugas haji dan jamaah,” kata Arianto.

Untuk itu, sambungnya, sebagai Karu dan Karom harus menguasai fungsi dan tugasnya, dimulai dari mengenal anggotanya dan dapat membimbing jamaahnya selama melaksanakan perjalanan ibadah haji.

Lebih lanjut, Tugas mulia ini, bukan pekerjaan ringan. Sebab selain bertugas mengurusi para jamaah, tetapi juga tidak bisa lepas dari statusnya sebagai jamaah calon haji yang juga berkewajiban melaksanakan seluruh rukun ibadah haji.

Karena itu, melalui pelatihan ini, akan diperoleh berbagai ilmu dan informasi penting mengenai gambaran maupun hal-hal apa saja yang menjadi tugas dan tanggungjawab saat menangani jamaah calon haji selama di tanah suci.

Pada acara pembukaan tersebut juga turut hadir, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Bengkalis, H Jumari, Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial, Suwarto, peserta dan undangan lainnya.

Seorang karu dan karom, kata Arianto, dituntut sebisa mungkin untuk meredam emosional jamaah, bukan justru menjadi provokasi selama menjalankan tugas. Dengarkan setiap keluhan dan keinginan jamaah calon haji. Dengan hati, sepenuh hati dan setulus hati,berikan perhatian kepada setiap orang dalam kelompok yang dilayani dengan seoptimal mungkin.

Diakhir sambutannya, Arianto mengatakan, jadikan tugas ini sebagai bagian dari ibadah yang Insya Allah akan menjadi pelengkap pelaksanaan ibadah haji.

“Siapa tahu, Allah Swt; akan menerima ibadah saudara-saudara, justru dari keikhlasan dalam melayani dan membantu para jamaah yang khusuk melaksanakan ibadah haji mereka.” tutup Arianto.***