PETINGGI PLN UIP RANTING I MEDAN DIDUGA SEKONGKOL LARIKAN MILYARAN RUPIAH UPAH KONTRAKTOR

Iklan Semua Halaman


MDO TV STREAMING


PETINGGI PLN UIP RANTING I MEDAN DIDUGA SEKONGKOL LARIKAN MILYARAN RUPIAH UPAH KONTRAKTOR

Wednesday, December 6, 2017
[caption id="attachment_4327" align="alignleft" width="479"] Sutet. net[/caption]

 

 

[caption id="attachment_4344" align="alignleft" width="129"] Yos Carnel Tarigan Kejari Medan [/caption]

Lalulintaskriminalitas.com, Pekabaru - Pembuatan Sutet 275 KV  milik PLN UIP Ranting I Medan , dari Kiliranjao sampai ke Payakumbuh Sumbar ( Juni 2016 sampai januari 2017), Namun setelah pekerjaan selesai  diduga Petinggi PLN Ranting I Medan sekongkol larikan Milyaran Rupiah Upah Kontraktor.Dana Kontraktor yang belum di bayar  diantaranya, Jon Akbar Rp. 74 jutaan, Deni Rp. 200 jutaan , Adit Rp. 200 jutaan, Pri Rp. 600 jutaan, Masgondo 175 jutaan, dan banyak lainnya.

[caption id="attachment_4333" align="alignleft" width="253"] Pekerja sedang mengerjakan pembuatan Sutet[/caption]

Jon Akbar salah seorang kontraktor warga pekanbaru mewakili teman tamanya kepada Lalulintaskriminalitas.com, mengatakan ,” Setelah pekerjaan selesai , kemudian pada Bulan Agustus 2016 pihak PLN Ranting I Medan  JM. Julius Sitanggang dan SR Ra

[caption id="attachment_4334" align="alignleft" width="225"] Salah satu surat kuasa untuk pencairan [/caption]

ma menyuruh para Kontraktor agar membuat Kwitansi dan berita acara untuk pencairan, awalnya kami tidak mau karena uang belum diterima, tapi kami di yakinkan oleh adanya saksi dari Kejari Medan bernama Yos Cornel Tarigan dan beberapa orang dari pihak PLN Alpa dan Febri, setelah kami buat kwitansi dan berita acara maka mereka berjanji membayarnya paling lama tiga minggu, namun setelah tiga minggu kami telepon tidak diangkat,  ketika kami meluncur keMedan, alangkah kagetnya kami , menurut keterangan orang orang di kantor Ranting I Medan, mereka sudah Pindah dan ketika kami menemui Yos Cornel Tarigan dari Kejari Medan yang turut berperan menyakinkan kami pada pembuatan Kwitansi  dan berita acara, ia tidak mau di temui, hanya menyarankan tanyakan ke PLN katanya melaui securitynya,”

,”Bermacam upaya sudah kami lakukan seperti menyurati  Direktur PLN Jakarta, Menteri BUMN namun sampai sekarang belum ada tanggapan, padahal sisa uang itu untuk membayar Upah pekerja dan membayar utang utang  ditoko, kami tak tau harus mengadu kemana lagi,” Ulasnya  Jon Akbar

Kini Sutet itu sudah digunakan, tegangkan tinggi sudah dialirikan, sementara  keringat pekerja belum di bayarkan ...

Saat berita ini dimuat Pihak PLN Medan Belum Bisa di Hubungi  (Duis)