Detik-detik Mencekam Susi Dikepung Massa #2019GantiPresiden

Iklan Semua Halaman


MDO TV STREAMING


Detik-detik Mencekam Susi Dikepung Massa #2019GantiPresiden

Thursday, May 3, 2018

Lalulintaskriminalitas.com, Jakarta – Susi Ferawati masih ingat dengan jelas bagaimana detik-detik massa berkaus #2019GantiPresiden, mengepung dan diduga mengintimidasi dirinya serta putranya saat berolahraga di area Car Free Day Sudirman-Thamrin, Minggu 29 April 2018.

Susi menceritakan, saat itu dia dan anaknya beserta rombongan jalan sehat hendak bertolak ke arah Bundaran Hotel Indonesia, dari titik kumpul mereka di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha atau patung kuda depang Gedung Indosat Ooredoo.

Tiba-tiba saja Susi dan anaknya memisahkan diri. Hal itu dilakukan lantaran sang anak ingin ke kamar mandi guna buang air kecil.

"Kebetulan ketika jalan rombongan itu, anak saya mau ke toilet dan itu ada Hotel Pullman, di situ. Anak saya diantar dulu ke sana sekitar 10 sampai 15 menit, sudah selesai, kami berpencar dari rombongan itu, barisan itu," kata dia di Mapolda Metro Jaya, Senin 30 April 2018.

Kemudian, lanjut dia, lantaran sudah telanjur terpisah, Susi dan anaknya pun melanjutkan jalan sehat mereka. Tapi tidak bareng dengan rombongan. Namun, ia tetap berusaha mencari ke mana rombongan.

"Akhirnya karena sudah terpencar, kami jalan santai saja. Kami mau cari tahu juga, kami lurus ke arah Sudirman atau putar balik ke arah Thamrin. Lalu kami putuskan untuk arah putar balik," ucapnya.

Susi Ferawati di Polda Metro Jaya.

Lalu, dia sempat foto-foto di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Pada saat itulah tiba-tiba dia didatangi massa berkaus #2019GantiPresiden.

"Saat itulah saya diadang di depan Kempinski itu sama orang-orang pakai kaus #2019GantiPresiden itu. Ditanyalah, diolok-olok lah, olok-oloknya tahu kan, cebonglah, apa. 'Bayar bu ya, nasi bungkus ya, nasi bungkus, nasi bungkus. Dasar enggak punya duit’, Karena kami pakai kaus tagline #DiaSibukKerja, kami dikatain'dasar lu kerja mulu, lu kayak babu'," ujar Susi di Markas Polda Metro Jaya, Senin, 30 April 2018.

Meski begitu, Susi sempat menegaskan kalau dia bukanlah massa bayaran. Tapi, makin lama orang yang mencibirnya makin banyak.

Saat itulah dugaan intimidasi itu terjadi. Susi juga ingat ada sosok pria yang bahkan sampai berteriak mengeluarkan kata-kata kasar di samping telinganya.

Dia mengaku tak tahu berapa jumlah orang yang diduga mengintimidasinya saat itu. Namun, dia memastikan jumlah lebih dari satu.

"Lalu, tiba-tiba makin gerombol nih, saya kan karena sendirian ya, pasukan lain sudah enggak ada. Ada bapak-bapak gendut pakai kaus biru, agak hitam, saya lupa, yang memicu saya, dia teriak kencang banget di telinga saya itu," kata dia lagi

Sumber : Viva