Gabung Partai Berkarya, Titiek Soeharto Berharap Tetap Didukung

Iklan Semua Halaman


MDO TV STREAMING


Gabung Partai Berkarya, Titiek Soeharto Berharap Tetap Didukung

Monday, July 23, 2018

Titiek Soeharto menyatakan keluar dari Golkar dan gabung Partai Berkarya. TEMPO/Pribadi Wicaksono

Lalulintaskriminalitas.com, Jakarta - Siti Hediati Harijadi alias Titiek Soeharto berharap kepindahannya dari Partai Golkar ke Partai Berkarya tidak mempengaruhi dukungan para pemilih kepadanya. Pada Pemilu 2019, Titiek akan kembali bertarung di daerah pemilihan (dapil) Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Mudah-mudahan pemilih di dapil saya tetap memilih saya dan bukan mengenal saya dari partai mana, tetapi mengenal saya karena saya adalah wakil mereka," kata Titiek di saat mengahdiri pelatihan pendidikan Caleg Partai Berkarya di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Minggu, 22 Juli 2018.

Titiek percaya diri. Menurut dia, selama ini orang memilih dia sebagai pribadi, bukan karena dia kader Golkar. "Kalau saya keliling di Yogya, mereka kenalnya saya Titiek Soeharto. Jadi dengan pindahnya saya ke partai lain, saya kira tidak akan terpengaruh," ujarnya saat ditemui Tempo di kantor DPP Partai Berkarya, Jakarta, pada Minggu, 15 Juli 2018.

Saat ini, keenam anak Soeharto bergabung dengan Partai Berkarya. Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto kini menjabat sebagai Ketua Umum partai tersebut.

“Untuk keluarga cendana alhamdulillah semua mendukung berkarya dan yang tidak masuk bagan pengurus akan jadi relawan pendukung caleg yang diusung partai,” kata Tommy. Dari keenam putra Soeharto, hanya Tommy dan Titiek yang masuk pengurus di Partai Berkarya.

Dalam kesempatan itu, Titiek menjelaskan alasannya pindah ke Partai Berkarya. Salah satunya, dia ingin berperan memperbaiki bangsa. Ia mengatakan keluarga Cendana memiliki komitmen yang sama untuk membangun bangsa seperti yang dilakukan Soeharto.

"Kalau saya lihat, banyak hal yang dapat diperjuangkan bagi kepentingan rakyat, tetapi tidak diperjuangkan, seperti impor. Kita kan pernah swasembada, kenapa harus impor," katanya.

Menurut Titiek Soeharto, apabila masih di Partai Golkar, ia tidak akan bisa menyuarakan aspirasinya. Sebab, partai yang kini dipimpin Airlangga Hartarto berkoalisi dengan pemerintah.

DEWI NURITA