Alamak 2 M Lebih, Cor Balok Lantai 2 RKB SMAN 8 Mandau Diduga Retak -->

Iklan Semua Halaman


Alamak 2 M Lebih, Cor Balok Lantai 2 RKB SMAN 8 Mandau Diduga Retak

Saturday, December 31, 2022



Mandau, Lalulintaskriminalitas.com
- Pembangunan ruang kelas baru (RKB) sebantak 8 ruang diduga dikerjakan asal-asalan, karena ada cor balok lantai 2 sepertinya retak, di SMAN 8 Mandau Jl.Sejahtera Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.



Investigasi wartawan media ini ke lokasi pembangunan pada hari Kamis (13/12/22), sekilas kalau dipandang mata memang tak terlihat.Tetapi, kalau dipandang dan diamati betul akan tampak garis-garis retaknya.


Yangmana proyek pembangunan ruang kelas baru tersebut berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau, sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK), pelaksana kegiatan Swakelola/tidak ditenderkan.


Ketika wartawan media ini mau konfirmasi kepada Dimon Sapta selaku Kepala Satuan Pendidikan SMAN 8 Mandau, belum berhasil jumpa karena tidak berada dilokasi sekolah.


Mendengar hal itu ditanggapi Ketua Komda LMRRI (Lembaga Misi Reklasering Republik Indonesia) Kabupaten Bengkalis Maiduis mengatakan, sangat disayangkan nilai anggaran proyek 2 miliar lebih tidak ditenderkan, hanya diberikan wewenang kepada Kepala Satuan Pendidikan SMAN 8 Mandau.Pemerintah dalam hal ini disatu sisi memerintahkan guru untuk mendidik anak murid, tetapi disisi lain memerintahkan guru untuk mengelola/mengerjakan pembangunan RKB dan ruang laboratorium.


"Walaupun ditunjuk kepada pemborong, namun perhatian dan tanggungjawab selaku pengelola anggaran Swakelola, Kepala Satuan Pendikikan dan guru yang terlibat, pasti terganggu waktu dan pikirannya untuk mendidik anak murid kearah yang lebih baik.Atau bisa saja ada indikasi mengambil keuntungan pribadi," ungkap Maiduis, Kamis malam (29/12/22).


Apalagi bila mutu yang rendah, dimana diduga adanya cor balok yang retak, dapat mengancam jiwa manusia dikemudian hari, termasuk kondisi tanah untuk bangunan ruang kelas baru tersebut adalah tanah tebing, tidak datar.


"Harapan kami kedepan, pihak Pemkab Bengkalis dan Pemerintah Provinsi Riau, agar memulai pekerjaan pada bulan Maret atau April.Kalau bulan Desember pekerjaan sepertinya tergesa-gesa karena takut tidak selesai pekerjaan, ditambah cuaca hujan yang tidak bisa diprediksi setiap harinya.Seperti pernah saya lihat di Pulau Jawa, pekerja dapat melakukan pekerjaan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa," ujar Maiduis.


Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau belum dapat dikonfirmasi. (jlr/TMz)