PREMANISME MASIH BERKUASA DI KAWASAN PUSPAS BERASTAGI -->

Iklan Semua Halaman


PREMANISME MASIH BERKUASA DI KAWASAN PUSPAS BERASTAGI

Saturday, March 19, 2022

 


*Para Pedagang Pasrah Demi Mendapatkan Tempat Dagangannya*

Tanah Karo,Lalulintaskriminalitas.com - Padagang yang menggelarkan dagangannya di atas trotoar kawasan Jalan Veteran dan sisi pasar hitam kawasan Jalan Penghubung, Jalan Perniagaan dan Jalan Pusat Pasar Berastagi.



Masih dikuasai oknum premanisme, hal ini dijelaskan oleh salah seorang pedagang bermarga Sitanggang (54) warga Kabanjahe, pada Jumat (18/03/2022) kepada wartawan Lalulintas Kriminalitas.com di Berastagi.


Menurutnya para pedagang yang menggelarkan dagangannya disisi pasar hitam, untuk mendapatkan tempat dagangannya terpaksa mengeluarkan uang sakunya, setelah memberikan uang lapak (tempat dagangannya...red) kepada oknum premanisme, maka pedagang tersebut diberikan tempat untuk menggelarkan dagangannya.


Seperti pedagang yang berjualan diatas trotoar, untuk mendapatkan lapak tetapnya, mereka diminta mulai dari Rp 500.000, sampai Rp 1.000.000,- tanpa kwitansi (tanda terima), dan setiap mereka menggelarkan dagangannya, para pedagang masih diminta uang tempat mulai dari Rp 10.000,- sampai Rp 20.000,- tergantung lebar tempat yang dipakainya, uang bongkar muat Rp 10.000,- uang sampah Rp 2.000,- uang parkir Rp 10.000,- uang keamanan Rp 10.000,- dan oknum yang ngakunya pemuda setempat (PS) diberikan Rp 10.000,- setiap berjualannya para pedagang terpaksa mengeluarkan uang sebesar Rp 52.000/harinya.


Sampai saat ini pengutipan liar tersebut masih berlanjut, disamping itu ada oknum yang mengatas namakan salah satu organisasi dengan menggunakan kwitansi, meminta uang bulanan terbadap mobil sales yang membongkar barangnya di kawasan Pusat Pasar Berastagi.


Dalam pantauan wartawan LalulintasKriminalitas.com biro Tanah Karo, sampai saat ini tak seorangpun ada yang berani melaporkannya.


"Karena para pedagang takut, mereka semuanya pasrah demi mendapatkan tempat dagangannya. Akhirnya oknum premanisme di kawasan Pusat Pasar Berastagi semakin garang,"jelas salah seorang pedagang yang tidak ingin namanya disebutkan. (Prawira Pandia)