SUDAH SETAHUN EMPAT BULAN TERBAKARNYA PASAR TINGKAT BERASTAGI TAK KUNJUNG DIPERBAIKI -->

Iklan Semua Halaman


SUDAH SETAHUN EMPAT BULAN TERBAKARNYA PASAR TINGKAT BERASTAGI TAK KUNJUNG DIPERBAIKI

Friday, March 18, 2022

* Solusi yang Ditawarkan Pemkab tak Pernah Terealisasi *




Pasar ti.gkat Berastagi yang terbakar pada 17/11/2020 lalu. Gambar 2-Sisi pasar hitam dijadikan lokasi pedagang dan Gambar 3-Termin al Berastagi disulap menjadi pasar loak.

Tanah Karo,Lalulintaskriminalitas.com - Tidak terasa sudah setahun empat bulan terbakarnya Pajak Tingkat Pusat Pasar Berastagi Jalan Penghasilan Kelurahan Tambak Lau Mulgap II yang ludes terbakar, tepatnya pada hari Selasa 17/11/2020 sampai hari ini Kamis 17/03/2022 belum ada terlihat tanda-tanda perbaikannya.



Kebakaran tersebut lebih dari 535 pedagang harus berjualan disisi kiri kanan badan jalan, para korban kebakaran berdagang di Jalan Perniagan, Jalan Pasar, Jalan Penghasilan, Jalan Pembangunan dan Jalan Penghubung kawasan terminal Berastagi juga sudah dikuasai pedagang loak.


Salah seorang pedagang, Beru Sembiring (45) kepada wartawan, Kamis 17/03/2022 mengatakan kalau mereka terpaksa berjualan di bawah bangunan bekas kebakaran, meski sangat beresiko menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.


“Sebelum kami putuskan menggunakan bangunan tersebut, kami sudah tanya sama yang mengerti bangunan. Bangunan bekas kebakaran ini masih bisa digunakan dengan syarat dilakukan penguatan pada asbes. Kita cor asbesnya supaya tidak runtuh,” katanya.


Menurut beru Sembiring para pedagang telah melakukan berbagai upaya untuk mendapat perhatian dari Pemkab Karo maupun Pemerintah Provinsi Sumut, bahkan Kementerian Perdagangan. Sayangnya sampai saat ini, Pasar Tingkat Berastagi tak kunjung diperbaiki.


“Kalau permohonan, sudah sering kami sampaikan kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana yang saat itu masih menjabat. Begitu juga kepada Bupati Karo Cory S Sebayang (bupati sekarang...red), itupun sudah pernah kami usulkan, termasuk ke DPRD Karo dan Gubernur Sumut. Namun hingga saat ini hasilnya belum ada solusi dan langkah kongkrit yang pasti,” katanya.


Di tempat terpisah, anggota DPRD Karo Doddi Sinuhaji mengaku sudah mengusulkan pembangunan Pasar Tingkat Berastagi ke Bupati Karo, Disperindag Karo maupun ke Ketua DPRD Kabupaten Karo, termasuk ke Kementerian Perdagangan.


“Dari Kementerian Perdagangan kemarin sudah diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Karo sebesar Rp 10 Miliar untuk membangun. Sementara dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Pasar Tingkat Berastagi sekitar Rp 50 Miliar. Jadi karena keterbatasan anggaran, kemungkinan besar Pasar Tingkat Berastagi baru akan dibangun tahun 2023. Tapi kalau ada dana, mungkin tahun 2022 ini pun bisa juga terlaksana sebagian, sisanya menyusul tahun berikutnya. Pokoknya tetap kita upayakan secepatnya membangun Pasar Tingkat Berastagi yang terbakar pada tahun 2020. Jadi saya minta kepada seluruh pedagang supaya tetap bersabar, kita tidak diam kok,” kata salah seorang politis PDIP.


Sebelumnya pada saat insiden kebakaran setahun lalu, Bupati Karo yang saat itu dijabat oleh Terkelin Brahmana, didampingi perwakilan Forkopimda saat meninjau lokasi kebakaran diberitakan memberikan kata penghiburan kepada pedagang yang kehilangan barang barang dagangannya.


”Kita prihatin, terlebih masa pandemi Covid-19, sebentar lagi juga mau perayaan Natal dan Tahun Baru,” jelasnya. 


Di lokasi, Terkelin memerintahkan Kadis Koperindag Adison Sebayang untuk segera mengambil solusi jalan keluar para pedagang. “Supaya dicari tempat yang baru, minimal tempat penampungan sementara, apakah bisa menggunakan bahu jalan atau lokasi yang baru,” katanya.


Terkelin berharap, secepat mungkin dilakukan upaya pemulihan ekonomi para pedagang untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga sehingga tidak terlalu lama luntang lantung. “Semua stakeholder harus saling bahu membahu dalam menangani percepatan solusi terhadap pedagang,” katanya.


Terkelin menyebut, pihak Pemerintah Kabupaten Karo juga akan turut membantu para pedagang yang menjadi korban kebakaran. “Pasti ada bantuan. Tapi jenis dan besarannya nanti akan dikaji secara teknis melihat keuangan kas daerah,” katanya. 


Tetapi sampai pergantian Bupati Tanah Karo, solusi tak kunjung terealisasi. (Prawira Pandia/Usaha Pelawi)