Masyarakat Suku Sakai Jembatan 2 Minta PT. Panahatan hentikan kegiatan dan angkat kaki dari lahan mereka. -->

Iklan Semua Halaman


Masyarakat Suku Sakai Jembatan 2 Minta PT. Panahatan hentikan kegiatan dan angkat kaki dari lahan mereka.

Wednesday, May 25, 2022



Bengkalis, Duri - Lalulintaskriminalitas.com
- Kelompok tani Suku Sakai jembatan 2 mengadakan aksi unjuk rasa didepan kantor kebun PT. PANAHATAN yang berada di Cucut Desa Buluh Manis Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis, Senin, 23 - 05 - 2022 


Salah seorang masyarakat Suku Sakai saat dikonfirmasi media ini mengatakan" Dalam aksi ini kami masyarakat Suku Sakai meminta kepada pihak PT. PANAHATAN untuk menghentikan semua kegiatan yang dilakukan oleh PT. PANAHATAN dilahan kelompok tani masyarakat Suku Sakai dan segera angkat kaki dari lahan kami, karena sampai detik ini pihak PT PANAHATAN tidak bisa dan tidak pernah mau memperlihatkan surat sah bukti / legalitas kepemilikan lahan yang mereka kleim milik mereka, sedangkan kami telah menggarap lahan ini sejak tahun 1996, bahkan anak saya yang telah meninggal dikebumikan dilahan ini" ungkap Jay. 


Kami sudah pernah meminta kepada aparat Desa untuk memediasi permasalahan ini, namun pihak PT PANAHATAN tidak pernah datang dengan memperlihatkan


dokumen yang sah mereka miliki, sehingga kami masyarakat merasa bingung, apalagi ditambah dengan adanya plang yang mereka pasang dilahan kami kelompok tani masyarakat Suku Sakai dengan bertuliskan" LAHAN PT. PANAHATAN DALAM PENGAWASAN POLDA RIAU DENGAN LUAS LAHAN 2.500 Ha KEMBALI MILIK PAK POLIN SITORUS", atas dasar apa dan pengadilan mana yang memutuskan.



Aksi ini kami lakukan karena adanya tindakan teror berupa usaha membakar pondok masyarakat Suku Sakai yang diduga dilakukan oleh pihak suruhan dari PT PANAHATAN, buktinya saat kami mengejar pelaku, dia langsung melarikan diri dan meninggalkan satu unit sepeda motornya yang ia gunakan dan sekarang kami tahan dan satu botol bekas minyak pertalite yang isinya tinggal sepertiga untuk kami jadikan barang bukti nantinya dikepolisian.tutur Jay.


Sekira pukul 13⁰⁰ wib, awak media coba memasuki areal kantor PT. PANAHATAN untuk konfirmasi dengan management, namun begitu melewati ampang- ampang pihak security-nya langsung menyuruh awak media keluar dari areal kantor mereka.


Tak lama kemudian, sekitar ± 30 menit awak media melihat ada mobil Polisi sektor Mandau memasuki areal kantor PT. PANAHATAN, lantas awak media langsung mengikuti dan melakukan konfirmasi awalnya dengan kepala security, ia mengatakan bahwa legalitas berupa surat tanah PT PANAHATAN ada di POLDA RIAU.


Kemudian awak media melakukan konfirmasi dengan aparat Polisi dalam rangka apa mereka datang, lalu mereka mengatakan bahwa ada laporan dari pihak PT yang menyatakan salah seorang karyawannya terluka akibat dari demo tersebut, tetapi laporannya belum secara resmi.


Selasa 24 /05 /2022, buntut dari pertikaian antara Kelompok tani masyarakat Suku Sakai dengan PT. PANAHATAN, diaula Kantor Kelurahan Pematang Pudu diadakan rapat fasilitasi perdamaian antara kedua belah pihak dengan hal - hal yang disepakati:

1. Kami masyarakat Suku Sakai bersepakat berdamai dengan pihak perusahaan PT. PANAHATAN, sehubungan dengan permasalahan di area perkebunan PT. PANAHATAN.

2. Kami kedua belah pihak, baik dari suku Sakai maupun dari pihak perusahaan berjanji tidak saling melakukan tindakan anarkis atau tindakan yang dapat menimbulkan situasi yang tidak kondusif dan apabila terjadi permasalahan kami berjanji akan menyelesaikan secara kekeluargaan.

3. Apabila salah satu pihak melanggar kesepakatan ini maka kami bersedia dihukum sesuai dengan peraturan perundang- udangan yang berlaku di Indonesia.


Hadir dalam rapat fasilitasi perdamaian tersebut:

1. Kapolres Bengkalis,

2. Camat Mandau,

3. Kasat Intelkam,

4. Kasat Reskrim,

5. Kapolsek Mandau,

6. Sekcam Bathin Solapan

7. Kasi Tapem Kec. Mandau

8. Kadi Tapem Kec. Bathin Solapan

9. Lurah Pematang Pudu

10. Kepala Desa Buluh Manis

11. Perwakilan PT. PANAHATAN.

12. Tokoh Masyarakat Suku Sakai, dan

13. Masyarakat Suku Sakai.


Sampai berita ini diterbitkan, Terkait masalah sengketa lahan belum ada titik temu yang disepakati.( Murni )