Warga Dukung Keberadaan PKS Mini PT.GMS Desa Harapan Baru, -->

Iklan Semua Halaman

Warga Dukung Keberadaan PKS Mini PT.GMS Desa Harapan Baru,

Thursday, October 13, 2022


Bengkalis, Lalulintaskriminalitas.com
- Masyarakat Desa Harapan Baru Kemacatan Mandau kabupaten Bengkalis khususnya yang bertempattinggal di RT 01 RW 03 menyatakan dengan tegas, sangat terbantu dengan berdiri dan beroperasinya PKS (Pabrik Kelapa Sawit) Mini yang produksi mesinnya berkapasitas 15 ton.PKS tersebut hanya menerima buah sawit berondolan, dikelola dengan perusahaan PT.Gora Mandau Sawit (PT.GMS) dan selaku Menejernya Tupak Panjaitan.Masyarakat sangat mendukung berdirinya PKS tersebut, dan tidak pernah ada yang mengeluh atau keberatan persoalan bau maupun pencemaran limbah.


PKS Bantu Alirkan Air Bersih ke Mesjid


Menurut keterangan perwakilan masyarakat, Ketua RT 01 RW 03,  mantan Ketua RT 01 dan mantan Ketua RW 03, ketika wartawan media ini menemui dan menanyakan kepada puluhan masyarakat yang sedang berkumpul di kantin depan PKS, Kamis sore (06/10/2022) sekitar pukul 14.00 WIB. 



Seperti dikatakan Ketua SPSI Sektor PKS PT.GMS Julianto, bahwa anggota yang bekerja di PKS sebagai tenagakerja bongkar muat sebanyak 60 KK 100 % merupakan warga tempatan, yakni, 80 % warga RT 01 RW 03, dan 20 % warga RT lainnya.



"Mereka bekerja sistim 2 shift (bergantian/giliran) dengan kelang 1 hari, misalnya, shift pertama bekerja hari ini berjumlah 30 orang, dan esok harinya yang bekerja shift kedua juga 30 orang.Upah pekerja mencapai Rp.150.000,- perhari.Jadi kami ini semuanya berkeluarga, sangat terbantu untuk membiayai kebutuhan rumahtangga.Intinya kami sangat mendukung berdirinya PKS ini," tegas Julianto.



Begitu pula ditimpali anggota SPSI Alamsah Marpaung mengatakan," dengan adanya PKS ini, masyarakat yang dulunya pengangguran, dan kehidupannya tidak menentu, terkadang ada mencuri buah sawit tetangga atau PT, sekarang sudah bisa bekerja di PKS dan hidupnyapun jadi tetatur tidak seperti dulu lagi," kata Alamsah.



Lalu, Suroso alias pak jambang mengatakan, kalau dirinya mantan security di PKS PT.GMS dan karena sudah tua kerjanya menjadi juru parkir di halaman depan PKS."Kami sangat mendukung adanya PKS ini, karena sangat mengurangi pengangguran, setahu saya selama ini tidak ada suara keberatan dari masyarakat," katanya.



Selanjutnya Katino mengatakan, kalau dirinya mengaku memiliki kebun sawit 4 hektar yang merupakan sempadan dengan area PKS PT.GMS."Selama ini ada kerjasama pihak PKS dengan masyarakat yang ada kebun sawitnya.Kami sangat terbantu dengan penyaluran aplikasi solid cair pabrik ke lahan kebun sawit, karena sangat berguna menjadi pupuk sawit kami.Sebelum adanya penyaluran solid cair, hasil panen satu bulan 4 hektar kebun sawit saya 2 ton, tetapi setelah adanya penyaluran solid cair pabrik, hasil panen bertambah menjadi 3 ton.Jadi kami harap kepada pihak PKS agar memperbaiki pipa penyalurannya," ujarnya.



"Kami sangat terbantu dengan adanya penyaluran solid cair PKS ke kebun sawit kami, karena menjadi pupuk.Sekarang sudah disetop karena ada larangan dari pihak pemerintah.Kami selama ini yang meminta kepada pihak PKS untuk memanfaatkan aplikasi solid cair tersebut.Ternyata hal itu ada aturannya dan harus ada ijinnya, kami orang awam dan anak kampung manalah mengerti masalah aturan itu.Kami harap pihak pemerintah bisa membantu mempermudah pihak PKS mengurus semua ijin yang diperlukan," ucap Hadi yang juga mengaku sempadan PKS.


Begitu juga dikatakan Sartono yang mengaku punya kebun sawit dekat dengan PKS.Selama ini aman-aman saja, tidak ada masalah,"saya termasuk ikut tandatangan kerjasama pemilik lahan dengan pihak PKS, untuk disalurkan aplikasi solid cair ke lahan kebun sawit masyarakat.Yang saya kaget kok ada pemberitaan dimedia yang mencatut nama saya masalah limbah.Padahal, saya merasa tidak pernah dikonfirmasi, atau bertemu muka saja tidak ada dengan penulis berita, ini harus diselesaikan dan dijumpakan dengan saya," kesal Sartono.



Kemudian Selaku Tukang Bersih Masjid Nurul Iman 1 Sutrisno mengungkapkan, bahwa pihak jamaah dan pengurus masjid tidak ada yang keberatan dengan keberadaan PKS.Dimana CSR (Corporate Social Responsibility) PT.GMS berupa bantuan air yang disalurkan melalui selang dari mesin pompa air PT.GMS, dan bantuan uang Rp.1 juta setiap bulan, sudah berjalan 1 tahun.



"Karena kami yang penting ada air untuk dipakai, apalagi ada tamu dari luar, kalau tidak ada air kan malu kami.Memang sempat pernah airnya bau, pihak jamaah komplain.Tetapi sekarang sudah tidak bau lagi dan jernih, jamaah pun sudah senang," ungkap Sutrisno.



Ketika wartawan media ini dibawa ke masjid memastikan air dari kran oleh Sutrisno bersama Ketua RT 01 dan Wakil Ketua BPD, setelah dicek dan dicium airnya tidak bau dan jernih.Hingga melihat mesin pompa air yang megalirkan air dari PKS.



Sementara Selaku Ketua RT 01 RW 03 Suratmin mengungkapkan, bahwa sebanyak 28 investor yang ada di Desa Harapan Baru, hanya ada satu berdirinya perusahaan yaitu, PKS PT.GMS di wilayahnya, dan sangat didukung semua masyarakatnya.Ia termasuk salah satu dari 9 orang yang mengurus pencarian lahan tempat/lokasi PKS PT.GMS.



"Sekarang ini ada pihak ke 3 yang melaporkan masalah limbah pabrik kepada pemerintah.Dulunya ikut bersama kami, sekarang karena tidak bersama lagi, ya..bikin keberatan begitu.Masa pendirianyapun didukung oleh RT RW, tokoh masyarakat, tokoh agama.Karena sangat membantu perekonomian keluarga, 90% warga tempatan Desa Harapan Baru yang bekerja di PKS, 80% warga saya RT 01," terang Ketua RT 01 RW 03.



Terakhir mantan Ketua RT 01 dan RW 03 Pangkal Bangun mengatakan, bahwa dirinya pernah menjabat Ketua RT 01 sejak 2008, kemudian Ketua RW 03 tahun 2014, sekarang menjabat Wakil Ketua BPD Desa Harapan Baru, pernah calon Kepala Desa tapi nasip belum beruntung.



" CSR PT.GMS untuk masyarakat 2 % dari hasil produksi perbulannya.Kemarin sudah saya katakan kepada pihak Komisi II DPRD Bengkalis, pada waktu meninjau kolam limbah PKS, bahwa masyarakat yang memiliki kebun sawit tidak ada yang keberatan disalurkan solid cair ke kebun sawitnya.Ini mereka disini sudah ditanyai tadi kan pak?," ucap P.Bangun.



Sementara Menejer PKS PT.GMS Tupak Panjaitan ketika mau ditemui untuk konfirmasi belum berhasil, begitu pula dengan Humasnya Sumariono, karena kata security sedang ada acara pernikahan keluarganya.(TIM).