Koalisi Masyarakat Belitung Anti Kapal Isap (Kamek)

Iklan Semua Halaman


MDO TV STREAMING


Koalisi Masyarakat Belitung Anti Kapal Isap (Kamek)

Wednesday, October 12, 2016

LALULINTASKRIMINALITAS.COM, BELITUNG - Sejumlah gabungan dari berbagai elemen masyarakat di Pulau Belitong berkomitmen untuk menolak keberadaan Kapal Isap Produksi (KIP) di Laut Belitong.

Koalisi Masyarakat Belitong Anti Kapal Isap (Kamek). Yang terdiri dari Koalisi tokoh adat, organisasi kepemudaan (OKP), pecinta alam, nelayan, pelaku Wisata dan sejumlah ormas Belitung serta dari perkumpulan wartawan Belitung resmi membentuk Kolasi ini resmi menyuarakan “Anti Kapal Isap”, demi menyelamatkan perairan dan pariwisata Belitung.

,"Secara menyeluruh kami menolak keberadaan kapal isap atau tambang laut, karena mereka sudah memiliki kehidupan dari sektor pariwisata, baik sekarang maupun akan datang,” kata Penanggung Jawab Koalisi Masyarakat Belitong Anti Kapal Isap (Kamek) Sahani Saleh kepada elemen yang hadir, Sabtu (8/10) di Kawasan Pantai Tanjung Pendam.

Penanggung Jawab Koalisi Masyarakat Belitong Anti Kapal Isap (Kamek) yang juga Bupati Belitung itu mengatakan, hadirnya tambang laut di Laut Belitong, berpotensi merusak keindahan dan kealamian laut yang selama ini telah terjaga.

Selain itu, akan mengganggu program pariwisata yang telah canangkan Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah. “Kalau laut kite di obok-obok bisa selesai cerita pariwisata. Jadi tolonglah, pada pengusaha dan jajaran Pemerintah yang memiliki kebijakan, hargai masyarakat belitong. Jangan sampai hal yang tidak diinginkan terjadi kedepannya,” pesan Bupati yang juga akrab disapa Sanem.

Menurut Sanem, adanya upaya oknum-oknum ingin menempatkan KIP di Laut Belitong merupakan salah satu bentuk penzaliman terhadap masyarakat. Untuk itu, tandas Sanem agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, aspirasi yang sudah disampaikan segera ditindaklanjuti.

“Untuk sekarang kita masih bersabar, apabila pergerakan dari Kamek tidak ditanggapi. Bukan hanya kapal isap yang akan dibakar tetapi penggeraknya (kapal isap,red) pun juga diselesaikan. Secara pribadi saya siap bertanggung jawab, karena berbicara sebagai masyarakat bukan kapasitas bupati ” ucapnya dengan tegas.

Amin Nurachman selaku Koordinator Lapangan (Korlap) Kamek, Menurutnya kehadiran KIP di Laut Belitong bukan suatu yang relevan dengan apa yang telah diperjuang untuk kemajuan pariwisata. Sebab, dengan adanya indikasi kembalinya tambang laut berpotensi merusak keindahan laut. Itu tidak sesuai dengan konsep pariwisata.

,"Sangat disayangkan ketika berbicara pariwisata, nampak di depan mata kehadiran kapal isap yang berpotensi merusak laut. Kalau dibiarkan, apa yang diupayakan selama ini akan sia-sia. Jadi untuk apa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Status Bandara Internasional itu, kalau laut kita sudah tercemar,” katanya.

Dibutuhkan upaya-upaya pencegahan melalui pergerakan. Itu tak lepas peran serta dan dukungan masyarakat belitong secara global. Karena ketika berbicara pariwisata, bukan hanya keindahan pantai dan alam saja, tetapi keindahana laut pun harus tetap di jaga.

Fendy Haryono SH selaku Advokasi Kamek mengatakan, apabila kedepan nampak indikasi pelanggaran hukum, tentu tim advokasi akan memberikan bantuan hukum secara maksimal. “Kami tim advokasi, berkomiten apapun yang terjadi kedepan, tetap akan bersama koalisi dan mendampingi secara hukum,” tutupnya. (Team BABEL)