Bagikan modul bahaya narkoba, Budi Waseso kenang tak direspons eks Mendikbud

Iklan Semua Halaman


MDO TV STREAMING


Bagikan modul bahaya narkoba, Budi Waseso kenang tak direspons eks Mendikbud

Tuesday, October 3, 2017


Lalulintaskriminalitas.com, JKT - Kepala BNN Budi Waseso mengaku baru tiga bulan menjabat mengusulkan tentang bahaya narkotika terhadap anak sejak jenjang pendidikan taman kanak-kanak hingga SMA kepada Mendikbud saat dijabat Anies Baswedandan Menko PMK Puan Maharani. Namun usulan yang telah disusun dalam bentuk modul macam mata pelajaran itu tak mendapat respons hingga saat ini.
"Waktu itu saya sampaikan ke Menteri Pendidikan, Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) bahkan saya laporkan ke bapak Presiden tapi sampai hari ini tidak berjalan karena tidak dianggap penting. Padahal pemahaman itu sangat penting sehingga anak-anak di lapangan bisa pahami dan tahu betul ini narkotika, ini bahayanya, ini akibatnya," kata Budi saat bicara dalam Forum Konsepsi Pemuda Melawan Narkoba di tribun lapangan Karebosi, Makassar, Senin (2/10).

Dia berharap modul berjudul Pencegahan Bahaya Narkoba itu bisa memberikan pemahaman bahaya narkoba kepada anak-anak sekolah. Selain itu, dia ingin modul tersebut tak hanya menjadi konsumsi pelajar namun juga untuk berdakwah.

"Harapan saya, harus masuk kurikulum dalam pelajaran sehingga betul-betul melekat pada anak-anak didik," kata Budi.

Dia tidak merinci berapa banyak modul pencegahan bahaya narkoba itu yang saat ini sudah mulai dibagikan salah satunya di Makassar. Budi hanya mengatakan, setiap tingkatan sekolah diberikan satu paket buku dan compact disc (CD).

Pemkot Makassar merespons baik pemberian modul tersebut. Mohammad Ramdhan Pomanto, Wali Kota Makassar mengenai modul yang baru diterimanya dari BNN mengatakan, pihaknya akan mengikuti modul tersebut karena kebetulan Pemkot Makassar punya program 'Jagai Anakta' (Jaga Anak Kita) dan dalam program ini antara lain menyangkut kurikulum, sikap atau attitude.

"Moduk ini menambah kekuatan kita secara sistematis dan terkoneksi dengan BNN pusat dan ini saya kira tidak main-main. Saya mau Makassar yang pertama ikuti modul tersebut di tahun ajaran baru ini, masuk dalam kurikulum muatan lokal," tandas Ramdhan. [gil]

Sumber : Merdeka.com