60% Warga Di TPS 26 Kelurahan Babussalam Tidak Dapat Undangan

Iklan Semua Halaman


MDO TV STREAMING


60% Warga Di TPS 26 Kelurahan Babussalam Tidak Dapat Undangan

Wednesday, June 27, 2018

Lalulintaskriminalitas.com, Mandau – Luar biasa...! Pemilihan Umum ( (Pemilu ) Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Provinsi Riau tahun 2018 adalah Pemilu Gubernur terburuk sepanjang Indonesia merdeka, salah satu contoh di TPS 26 Kelurahan Babussalam sebanyak 154 warga yang tidak mendapatkan undangan DPT ( Daftar Pemilih tetap ) sehingga banyak warga yang Golput, Rabu ( 27/0618).

TPS 26 kelurahan Babussalam jumlah yang terdaftar 238 warga (orang), sementara yang mendapatkan undangan hanya 84 warga (orang) jadi lebih 60% warga yang tidak mendapatkan Undangan DPT.

Memang dalam aturannya warga yang tidak mendapatkan Undangan bisa membawa KTP dan KK, tetapi waktunya terbatas, warga yang hanya membawa KTP atau KK diperbolehkan datang jam 12: 00 wib sementara TPS tutup jam 13 : 00 wib.  hanya satu jam waktu untuk warga yang tidak mendapatkan undangan,  ada apa???

Tepat jam 13 : 00 wib TPS 26 ditutup, adapun jumlah pemilih hanya 114 pemilih, yang mendapatkan undangan sebanyak 84 warga/ pemilih, pemilih yang membawa KPT dan KK hanya 30 warga, jumlah surat suara 238 surat,  sisa surat suara 124 surat suara,” ujar Panitia

Selepas istirahat Acara penghitungan surat suara jam 14 : 00 Wib dilanjutkan No urut satu meraih suara sebanyak 83 suara, No urut 2 meraih suara 8 suara, no urut 3 merah suara 7 suara, nomor urut 4. meraih suara sebanyak 13 suara

Penghitungan itu di saksikan oleh saksi nomor urut 1 Syarifudin , saksi nomor urut 2 tidak ada , saksi nomor urut 3 Rahmawati, dan saksi no 4 Susilawati

Ketua TPS Beni Saputra kepada Lalulintaskrininalitas.com," Jumlah pemilih 114, pemilih yang membawa undangan sebnnyak 84 warga dan yang membawa KTP 30 orang pemilih, total DPT  238 pemilih, jadi yang tidak memilih 124 pemilih," ujarnya

Ibu mini warga RT.05 RW 07 kelurahan Babussalam salah satu warga yang tidak mendapatkan undangan ,” di gang kami hanya 2 orang mendapatkan undangan, kami ngak tau TPS kami dimana dari pada repot repot lebih baik Golput saja,” ujarnya

Yang lebih anehnya lagi RT 05 / RW 07 dan keluarga besarnya juga tidak mendapatkan undangan, merekapun mencoblos dengan membawa KTP dan KK ..

Sapar kepada Lalulintaskriminalitas.com melalui telpon selulernya mengatakan,” saya sekarang berada di jembatan 2 jalan Jurong, warga jembatan dua memilih Golput karena Kadesnya memerintahkan kepada warganya agar memilih ke salah satu nomor Calon,” infonya

Ketika di tanya kepada Panitia mereka hanya tersenyum," Ya begitulah," jawabnya singkat  ( duis )